Mengenal Sistem Permakultur

Dari AcehPedia

Langsung ke: navigasi, cari

Permanen Agrikultur: Pengelolaan pertanian dan peternakan yang meningkatkan kualitas lahan, memberikan hasil dan pendapatan, dan tetap berkelanjutan hingga ke masa depan.

Permanen Kultur: Melestarikan, mendukung dan bekerjasama dengan budaya dan lingkungan setempat, dan tumbuh bersama dalam waktu yang bersamaan. Bekerja dengan alam dan manusia serta belajar dari mereka, bukannya melawan atau bersaing dengan mereka.

Permakultur mambantu kita untuk memahami dan menciptakan integrasi yang harmonis antara alam dan manusia dengan cara-cara yang berkelanjutan. Permakultur sangat cocok diterapkan baik untuk daerah perkotaan maupun pedesaan, serta untuk segala bentuk dan ukuran apapun. Permakultur juga menerapkan praktik-praktik tradisional dalam pengelolaan alam yang diintegrasikan dengan teknologi modern yang sesuai. Ini merupakan cara yang holistik, baik hati, ramah lingkungan, dalam kegiatan mendisain dan membangun lingkungan hidup manusia, serta membantu meningkatkan taraf hidup manusia, seperti: perumahan, persediaan air, kesehatan, penanggulangan sampah, pertanian, energi, akuakultur, sungai, hutan, ternak, dan lain-lain.

Istilah Permakultur diresmikan pada tahun 70-an oleh Bill Mollison dan David Holmgren, dan sekarang telah dipraktikkan di lebih dari 100 negara oleh ribuan lulusan Disain Permakultur.

Saat ini ada banyak masalah di dunia, seperti:

  • Lingkungan hidup yang telah dirusak.
  • Lahan pertanian di seluruh dunia yang mulai berkurang dan telah rusak.
  • Sungai, danau, tanah, udara, dan laut yang terpolusi.
  • Manusia, hewan, dan tumbuhan yang juga terpolusikan, dan banyaknya spesies yang mulai punah.
  • Sebagian besar populasi dunia adalah orang-orang yang sangat miskin, hanya sebagian kecil saja yang sangat kaya.

Manusialah yang membuat masalah-masalah tersebut, dan hanya manusialah yang harus merubah cara-caranya agar dunia menjadi sehat kembali. Sikap dan perubahan mesti dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat, di antaranya: pemerintah, pengusaha, pekerja, petani, kelompok masyarakat, keluarga, laki-laki, perempuan, anak-anak, semuanya! Generasi mendatang kita bergantung padanya.

Permakultur menawarkan teknik dan gagasan yang membantu kita menuju ke arah lingkungan, budaya, dan masyarakat yang sehat. Ini berdasar pada langkahlangkah etika dan prinsip. Etika dan prinsip ini berbicara tentang tangggung jawab terhadap kehidupan kita sendiri, lingkungan kita, dan masa depan. Juga membantu kita merencanakan masa depan yang aman bagi keluarga, alam, dan budaya kita.

Etika Permakultur

1. Peduli terhadap Bumi

Peduli terhadap bumi berarti peduli terhadap sumber daya alam. Setiap tindakan yang merusak, membuat polusi, dan menghancurkan lingkungan dan alam Indonesia, sama saja dengan merugikan masyarakat Indonesia juga. Lingkungan hidup ini butuh dilindungi dan diperbaiki, lingkungan hidup ini merupakan kunci dari masa depan Indonesia.

Sumber daya alam meliputi:

  • Udara.
  • Flora: hutan dan tumbuhan.
  • Fauna: hewan liar, burung-burung, dan sebagainya.
  • Sumber air: danau, sungai, mata air, dan lainnya.
  • Laut: pantai, terumbu karang, kehidupan laut, dan sebagainya.
  • Tanah: lahan pertanian, termasuk lahan hutan dan ternak.

2. Peduli terhadap Masyarakat

Peduli terhadap masyarakat berarti menyiapkan masa depan yang sehat dan aman bagi setiap orang. Permakultur adalah tentang meningkatkan kesempatan kita, lingkungan, pangan, kesehatan, dan kesejahteraan kita. Saling bertukar pengetahuan dan aset, akan membantu kita untuk:

  • Meningkatkan produksi, keragaman dan kualitas produk, hingga penyimpanan dan pengawetan makanan.
  • Meningkatkan kesehatan dan gizi, termasuk memanfaatkan obat-obatan alami yang efektif.
  • Meningkatkan kesehatan dan kebersihan di dalam rumah, khususnya untuk dapur, air, toilet, dan pembuangan sampah.
  • Menciptakan hak dan kesempatan yang sama bagi tiap individu; laki-laki, perempuan, dan anak-anak.
  • Meningkatkan pendapatan dan lapangan kerja.
  • Mengurangi pekerjaan sehari-hari, seperti: pengangkutan air, kayu bakar, dan lainnya.
  • Mendidik generasi muda tentang tradisi, kepercayaan dan ilmu pengetahuan, dan mengkombinasikannya dengan teknik-teknik baru, yang mendukung budaya tradisional.

3. Peduli terhadap Masa Depan

Apa yang kita lakukan sekarang akan memberi dampak kepada masa depan. Peduli terhadap masa depan berarti selalu mempertimbangkan dan merencanakan masa depan, bukan hanya untuk 10 tahun, 20, 50, hingga 100 tahun ke depan! Untuk anak-cucu kita dan anak-cucu mereka, sangat tergantung pada kita untuk mendapatkan tempat terbaik untuk hidup. Etika ini mesti diterapkan oleh semua lapisan, dari permerintah, kelompok-kelompok masyarakat, keluarga, hingga individu.

Navigasi
Kategori Utama
AcehPedia
Komunitas Lokal
Kotak peralatan