Pribahasa
Dari AcehPedia
Pane ranup yang hana mirah
Pane peuneurah yang hana bajoe
Pane nariet yang hana salah
hana bak awai teunte na bak dudoe
Mana ada sirih yang tidak berwarna merah.
Mana ada pemeras minyak yang tidak ada pasak.
mana ada kata-kata yang tidak salah.
Tidak ada di awal mungkin ada di akhir.
Ulasan
Pribahasa ini menggambarkan pengakuan bahwa kalau ada kata-kata yang di ucapkan, ada saja yang salah atau yang membuat lawan bicara menjadi tersinggung. Biasanya ungkapan ini di ucapkan seseorang untuk menutup pidato atau ceramah, untuk memohon maaf kepada para hadirin atau pendengarnya jika ada kata-kata dalam pidato atau ceramahnya tersebut yang telah menyinggung perasanaan pendengar. Dalam pengertian yang lebih luas, apapun tindakan atau perbuatan manusia ini tidak ada yang sempurna.
